Minggu, 19 Juli 2009

Terorisme Bukanlah Jihad Islamiyah.

Bencana yang melanda bngsa ini memang sangat ironis. Baru saja selesai pesta demokrasi untuk mencari siapa yang paling kuat di negeri ini yang akan tampil kembali untuk menjadi Presiden dan menyelesaikan konflik bangsa ini.
Pantaslah kalau masih banyak masyarakat yang golput, tidak peduli dengan nasib masa depan bangsa ini. Mereka berfikir siapapun yang menjadi pemimpin bangsa ini nasib mereka masih sama saja, kemiskinan merajalela, anak putus sekolah makin bertambah, para penguasa yang bertambah haus untuk menguasai dunia dan para elit politik yang 'narsis' supaya diberi jabatan oleh Presiden terpilih.
Sampailah pada tragedi bom yang terjadi pada 17 juli 2009 kemarin, lagi-lahi hotel bertaraf internasional-lah yang jadi sasarannya. Sehingga semua orang menganggap ini adalah perbuatan orang-orang Islam yang radikal. Korban yang berjatuhan juga kebanyakan adalah orang asing, maka menjadi pantaslah sudah jika Islam adalah tersangka utama dalam kasus ini.
Tak jarang juga banyak orang yang mengaitkan tragedi ini dengan Jihad Islamiyyah. Padahal berbuatan itu merupakan hal yang terkutuk dan jauh dari esensi jihad dalam Islam. Perbuatan ini merupakan perbuatan "Terorisme" bukan "Jihad Islamiyyah".
Teroris artinya adalah tekanan, terorisme berarti orang yang melakukan tekanan. Bom yang terjadi sudah menekan banyak orang, baik masyarakat dalam negeri maupun asing. Korban yang berjatuhan juga membuat masyakaral yang menyaksikan jadi tertekan. Sampai-sampai MU membatalkan niatnya untuk mampir ke Indonesia, yang paling penting adalah semua orang mengutuk aksi sadis ini.
hal diatas berbeda dengan arti jihad dalam Islam, jihad berarti bersungguh-sunggguh dalam melakukan sesuatu ibadah. Walaupun jihad lebih identik dalam peperangan melawan musuh-musuh Allah, tapi jihad juga ada dalam ibadah-ibadah yang lain. Jadi Jihad bisa terjadi dimana saja, saat melawan godaan syetan yang mengganggu sholat, puasa, bahkan jihad melawan godaan syahwat. Selain itu Jihad Islam bukanlah tekanan yang sengaja dilakukan untuk membuat keadaan 'rusuh'.
Tergambar bahwa bom bunuh diri ini bukanlah Jihad melainkan Terorisme. Semua orang pasti mengutuk tindakan ini, tidak ada satu orangpun yang henghalalkan tindakan ini. Tidak rela juga pastinya jika teror ini dikatagorikan jihad, karena sesungguhnya hal ini jauh dari jihad.

1 komentar:

adi basayev mengatakan...

ukhti,jgn ikut2an terprovokasi ama yahudi n kroni2nya.Gue jg gak setuju ama teroris yg mengatasnamakan islam.Mereka sengaja mengadu domba ummat islam & menggambarkan via media kalo islam itu radikal.Ini konspirasi mereka,di tivi2 gak pernah tuh disebutkan kalo teroris itu bnyk wujudnya,bukan islam doank.Yahudi yg terang2an ngebantai warga muslim kaga diseret ke mahkamah internasional, Rusia juga. Menurut sy mari kita giring kembali wacana bahwa teroris itu zionis.Kalopun umat islam ada yg teroris itu juga karena katergesagesaan mereka utk menegakkan khilafah &pendeknya fiqhwaqi mereka.Kalo zionis &amerika bisa berlaku adil dgn tidak memusuhi,membantai ummat muslim, sy yakin bgt ummat islam gak akan anarki.Btw itulah sejarah, selalu berulang.Zionis itu tau bakalan kalah dlm armagedon,tu setan tau bakalan di bakar ampe mateng dineraka tetep aja belagu&ngelawan kebenaran Illahi.Pokoke tetap tenang,jgn terprovokasi.jelaskan bahwa Amrozi cs itu cuma salah jln,mereka kurang luas cara berfikirnya,mereka begitu krn gak sabaran menegakkan khilafah jd mudah terprovokasi oleh intel zionis yg ikutan kajian islam & katakan pada media,mengapa anda menutupi kalo zionis itu is the real TERORIS?